Keinginanmu hanya menjadikanku seperti tempat evakuasi korban—didatangi saat terluka, lalu ditinggalkan ketika keadaan membaik.

Keinginanmu hanya menjadikanku seperti tempat evakuasi korban didatangi saat terluka, lalu ditinggalkan ketika keadaan membaik. 



 Keinginanmu hanya menjadikanku

seperti tempat evakuasi korban;

didatangi saat luka berdarah,

dipenuhi tangis dan cerita kehilangan.


Aku menampung reruntuhan hatimu,

mengobati kecewamu dengan sabar,

menjadi teduh ketika dunia

terlalu kejam memelukmu.


Namun setelah keadaan membaik,

kau pergi tanpa menoleh lagi.

Seolah aku hanyalah persinggahan darurat,

bukan rumah yang pantas dihargai.


Kini aku belajar memahami:

tidak semua yang datang dengan air mata

akan tinggal dengan rasa setia.

Ada yang hadir hanya untuk sembuh,

lalu meninggalkan luka baru

pada orang yang menolongnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kami mahasiswa kabupaten Maybrat mendukung terhadap masyarakat adat wilayah Ayfat timur tolak PT. Bangun kayu Indonesia (BKI)

Saya Berubah Papua Berubah

JANGAN CINTA UANG, TETAPI CINTAILAH TANAH;MEMAHAMI PENTING KEHIDUPAN BERKELANJUTAN